Pada tanggal 28 Maret 2026, aksi protes skala besar bernama No Kings berlangsung di hampir seluruh kota besar di Amerika Serikat. Ini adalah aksi protes ketiga dalam rangkaian yang sama, dimana dua aksi sebelumnya berhasil mengumpulkan lebih dari 7 juta peserta di seluruh negeri.
Dari sisi komunikasi publik, peristiwa ini menampilkan dua pendekatan komunikasi yang sangat berlawanan: satu pihak menggunakan narasi penindasan dan tirani, sementara pihak lain menggunakan narasi penolakan dan ejekan.
Analisa Perspektif Komunikasi
Ini bukan krisis politik. Ini adalah krisis komunikasi klasik yang terjadi setiap kali pemerintahan kehilangan kemampuan untuk berbicara dengan setengah dari populasi negaranya.
Ada tiga mekanisme komunikasi yang bekerja dengan sempurna di peristiwa ini:
1. Setiap pihak memiliki narasi yang tertutup dan tidak dapat dibantah
2. Setiap fakta yang muncul hanya akan menguatkan keyakinan masing masing pihak
3. Tidak ada titik temu yang memungkinkan untuk dialog
Yang paling penting untuk dicatat: kedua belah pihak sebenarnya menang secara komunikasi. Kedua belah pihak berhasil memperkuat basis pendukung mereka. Yang kalah adalah negara itu sendiri.
3 Pelajaran Untuk Manajemen Krisis
1. Ketika orang sudah berhenti mendengarkan, tidak ada lagi argumen logis yang akan bekerja.
Pada titik ini, anda tidak dapat merubah pendapat siapapun dengan data, bukti atau alasan. Satu satunya hal yang dapat anda lakukan adalah berhenti berbicara dan mulai mendengarkan. Hampir tidak ada pemerintahan di dunia yang bersedia melakukan hal ini.
2. Ejekan adalah senjata komunikasi yang paling mematikan yang pernah diciptakan.
Pemerintahan Trump tidak membalas protes dengan argumen. Mereka membalas dengan ejekan. Dan ini bekerja. Ejekan tidak dapat dibantah. Ejekan tidak dapat dikalahkan dengan logika. Ini adalah senjata komunikasi yang tidak memiliki pertahanan.
3. Tidak ada yang namanya kemenangan dalam perang komunikasi.
Kedua belah pihak akan mengklaim kemenangan. Kedua belah pihak akan memiliki bukti untuk mendukung klaim mereka. Dan kedua belah pihak akan menjadi lebih yakin bahwa mereka benar. Satu satunya hasil yang pasti adalah negara menjadi semakin terbagi dua.
Kesimpulan
Kita sedang menyaksikan berakhirnya satu model komunikasi publik yang telah kita gunakan selama 70 tahun.
Model dimana ada satu pesan sentral, dimana ada pihak netral, dimana argumen logis masih dapat merubah pendapat orang, model itu sudah mati.
Dan tidak ada satupun dari kita yang memiliki model baru untuk menggantikannya.