Semua orang saat ini ngomongin tentang permintaan chip yang meledak, tentang TSMC, tentang node 2nm. Tapi hampir tidak ada yang bicara tentang satu bahan baku yang tanpanya tidak ada satu chippun di dunia ini bisa diproduksi: Helium cair.
Dan sekarang stoknya hampir habis.
Selama ini 30% pasokan helium dunia berasal dari Iran. Dan sejak penutupan Selat Hormuz dua minggu lalu, seluruh ekspor helium dari sana berhenti total. Harga helium sudah naik 710% dalam 3 minggu terakhir.
Helium cair adalah satu-satunya zat di dunia yang bisa mencapai suhu 4 Kelvin (-269°C). Semua mesin lithography EUV yang membuat chip modern membutuhkan helium cair 24 jam nonstop. Tanpa itu, mesin akan rusak permanen dalam hitungan jam.
Analisa Perspektif
Ini bukan masalah harga. Ini masalah ketersediaan.
Ini adalah resiko terbesar yang pernah dihadapi industri teknologi dalam 50 tahun terakhir. Dan hampir tidak ada satupun media yang memberitakan ini dengan serius.
Semua perusahaan chip besar tidak memberitahukan resiko ini ke publik. Mereka semua sedang diam-diam memborong seluruh stok helium yang tersisa di pasar gelap. TSMC sudah mengkonfirmasi mereka mengurangi produksi 15% mulai minggu depan. Intel dan Samsung diam total.
Yang paling menakutkan: tidak ada alternatif. Tidak ada zat lain, tidak ada teknologi lain, tidak ada solusi cadangan. Jika helium habis, seluruh pabrik chip di dunia akan berhenti.
3 Pelajaran Untuk Praktisi
- Seluruh rantai pasok teknologi modern dibangun di atas asumsi perdamaian
Selama 30 tahun kita membangun seluruh industri ini dengan asumsi selat laut akan selalu terbuka, pasokan akan selalu datang. Tidak ada rencana cadangan untuk situasi seperti ini. Tidak ada plan B. - Semua resiko yang tidak dibicarakan secara publik adalah resiko terbesar
Ketika semua perusahaan besar secara bersamaan diam tentang satu masalah, itu artinya masalahnya jauh lebih buruk dari yang bisa dibayangkan. - Kita terlalu jauh mengoptimalkan efisiensi sampai lupa tentang resiliensi
Seluruh industri berjalan dengan stok bahan baku 14 hari. Ini adalah sistem yang paling efisien ketika semuanya berjalan lancar, dan sistem yang paling rapuh ketika ada satu gangguan kecil.
Kesimpulan
Kita semua terlalu sibuk ngomongin model AI baru, sampai lupa bahwa seluruh peradaban teknologi modern saat ini menggantung pada satu gas langka yang stoknya akan habis dalam 14 hari.
Ini bukan skenario terburuk. Ini adalah skenario yang sekarang sedang terjadi.
Belum ada yang tahu bagaimana ini akan berakhir. Yang kita tahu adalah: semua hal yang kita anggap pasti dan stabil selama ini, ternyata jauh lebih rapuh dari yang pernah kita bayangkan.